REVOLUTION

REVOLUTION

Revolution

adalah nama dari generasi ke-17 Ruhul Islam Anak Bangsa, Banda Aceh yang juga merupakan anonim dari Republic of Seventeen Generation #Amazing17 IG : Revolution_tujuhbelas Twitter : @Gen_Seventeen Email : revolution_17@yahoo.com
Salam Generasi Perubahan!

Kontributor

Anda Pengunjung Ke

Jam

Popular Posts

Minggu, 04 Januari 2015
As far as we know, ekstrakurikuler adalah kegiatan sekolah yang biasanya dilaksanakan setelah ujian semester di laksanakan sambil menunggu hari pembagian rapor. Kegiatan yang dilaksanakan biasanya bersifat non-formal, karena selain untuk mengisi hari-hari sebelum pembagian rapor, ekstrakurikuler juga dimaksudkan untuk menghilangkan kejenuhan setelah ujian berlangsung.

Dalam kegiatan ekstrakurikuler semester ganjil di Ruhul Islam Anak Bangsa kali ini, seluruh anggota kepanitiaan dipegang oleh Revolutioners. Dan ini merupakan kali pertama personil Revolution memegang tampuk kepanitiaan.

Ekstrakurikuler yang dilaksanakan pada 24-26 Desember 2014 kali ini mengusung tema 'DISTANCE' dengan motto 'KESUKSESAN ADALAH NAMA LAIN DARI KERJA KERAS'. Meski sepanjang hari hujan turun dan membuat panitia kebingungan me-mindah-tempat-kan kegiatan dari outdoor ke indoor, tapi kegiatan tetap berlangsung lancar. Ada sekitar 15 perlombaan yang dilaksanakan dalam ekstrakurikuler ini, dan setiap perlombaan menuntut wawasan, kekreatifitasan dan kekompakan peserta.

Rabu 24 Desember 2014, ekstrakurikuler dibuka dengan upacara pembukaan yang berlangsung di lapangan basket Ruhul Islam Anak Bangsa. Upacara diawali dengan pawai karnaval dari setiap kelas. Masing-masing kelas wajib mengusung tema dan unjuk aksi di lapangan se-kreatif mungkin.Tapi berhubung hujan turun, pembukaan dialihkan ke gedung aula.

pengibaran bendera ekstrakurikuler



Penutupan dilaksanakan Jumat malam, 26 Desember 2014 di aula Ruhul Islam Anak Bangsa. "Alhamdulillah walau dalam suasana yang kurang mendukung karena hujan, kegiatan ekstrakurikuler kali ini berlangsung sukses" tutur Firdaus An-Nur sebagai ketua panitia dalam pidatonya. Kegiatan ditutup dengan pengumuman dan pembagian hadiah dari setiap perlombaan. Dalam ekstrakurikuler kali ini juga, Diaven ( 2 Ag2 ) ditetapkan sebagai pemegang juara umum ekskul putra, dan el-Qanit ( 2 Ag1 ) sebagai juara umum ekskul putri.






Jumat, 03 Oktober 2014


Aceh Besar (20/9), MAS Ruhul  Islam Anak Bangsa telah berhasil mensukseskan acara RIAB FAIR III dengan mengambil tema INCREDIBLE “Increase Creativity to be Unforgetable”. Ajang bergengsi ini dilakasanakan dari tanggal 15-20 september 2014 yang bertempat di kampus Dayah RIAB sendiri.

Pembukaan dilaksanakan pada tanggal 15 september, dibuka dengan penampilan dari sanggar rapai RIAB Gema Pasee Nanggroe kemudian diresmikan oleh perwakilan Gubernur Aceh dengan menekan bel sebanyak tiga kali sebagai simbol bahwa RIAB FAIR III telah dimulai.

Ini adalah kali pertama Ruhul  Islam membuat acara RIAB FAIR yang diikuti oleh sekolah-sekolah unggul Se-Aceh. Pada RIAB FAIR yang lalu RIAB hanya memperlombakan sekolah-sekolah dari Banda Aceh dan Aceh Besar saja .Pada acara tahunan ini banyak cabang lomba yang akan menarik perhatian. Berikut adalah daftar lomba yang diperlombakan :

Kategori SMA/MA :

  1. Cerdascermat
  2. DebatBahasainggris
  3. Syarhil Qur`an
  4. Nasyid
  5. Badminton Ganda
  6. TenisMejaGanda

Kategori SMP/MTs :

  1. CerdasCermat
  2. Tilawatil Quran
  3. OlimpiadeMatematika
  4. OlimpiadeFisika
  5. OlimpiadeBiologi
  6. KaligrafiNasakh
  7. Badminton Tunggal
  8. TenisMeja Tunggal

KatagoriUmum  :

  1. Ranking 1
  2. Scrabble
  3. Photography

Dan pada Akhirnya Even ini menampilkan SMAN 10 FAJAR HARAPAN sebagai juara umum tingkat SMA/MA sederajat. Dan MTSN MODEL BANDA ACEH sebagai juara umun tingkat SMP/MTS seterajat.

Meskipun ada halangan karena GOR (Gedung Olahraga) RIAB rusak parah akibat dihamtam oleh angin puting beliung semalam sebelum hari  acara dimulai. Tetapi perkara ini tidak menyurutkan semangat panitia untuk mensukseskan RIAB FAIR III. Panitia pun menggambil keputusan untuk menggunakan rencana B yaitu cabang Tenis Meja di pindahkan ke Kelas dan cabang Badminton di pindahkan ke GOR di Peukanbada dan Meuraxa.

Dan akhirnya pada tanggal 20 september acara RIAB FAIR III ditutup dan disambut dengan hangat oleh bapak Kemenag Provinsi Aceh yaitu bapak Drs.H,Ibnu Sa’dan. Dalam pidatonya beliau menyampaikan RIAB FAIR adalah Ajang yang sangat berguna bagi pendidikan Aceh. Karena ajang semacam ini dapat melatih mental dan kecerdasan siswa-siswi aceh baik intelektual maupun sosial.

“Acara ini sangat luar biasa, kalau bisa sekolah-sekolah lain yang ada di Aceh bisa mencontoh gebrakan yang dilakukan oleh Ruhul Islam Anak Bangsa. Membuat Acara semeriah ini sangatlah susah,banyak rintangan dan hal-hal yang tak terduga. Tetapi para panitia dengan semangat menyukseskan acara ini . dan saya sangat takjub karena ternyata seluruh panitia adalah siswa-siswi RIAB sendiri. Bayangkan, sangat luarbiasa pelajar dapat membuat acara sebesar ini”Ucap Ibnu Sa’dan dalam pidatonya.

Dan Acara RIAB FAIR III pun resmi ditutup oleh Bapak Kemenag Provinsi Aceh dengan simbolik ,dan didampingi oleh kepala sekolah Ruhul Islam Anak Bangsa Dr.Fauzuddin,S.Ag, M.Pd.


SAMPAI JUMPA DI RIAB FAIR  IV  yang akan di persembahkan oleh REVOLUTION !.

untuk informasi silahkan klik RIAB FAIR IV !



Panitia RIAB FAIR III
Persembahan Mars RIAB


Kata-kata Sambutan oleh Ketua Panitia





Selasa, 05 Agustus 2014
Aturan yang paling khas seluruh pesantren : SAY NO TO BAWA-BAWA BARANG HARAM (baca: hp, laptop, enso-on). Jaman se-modern ini, anak muda mana yang rela pisah dengan gadget. Kemana-mana gadget. Hilang se-per-sekian detik aja hebohnya sekalian alam. Tapi seluruh pesantren keukeuh mempertahankan aturan yang mewajibkan para santri bercerai dengan kekasihnya gadgetnya.
Bukan hal yang salah memang. Toh setiap aturan pasti dibuat untuk perbaikan dan melalui proses yang udah di pertimbangkan. Tapi setiap aturan juga pasti ada sisi positif-negatif nya. iya kan ?

Positifnya, yang pasti tanpa gadget ngerjain apapun bisa lebih fokus. Belajar fokus, ngafal fokus, semuanya fokus. Lagian, siapa yang bisa jamin tentang isi gadget yang ter-protected oleh pemiliknya. Fikiran juga terasa lebih bersih, iya serius. pengalaman nih :D
Dan juga mengajari kita bagaimana hidup di zaman manusia purba sederhana kali ya? #BisaJadi :p


Negatifnya nih, wuah yang ini pasti banyak banget penjabaran kalau yang jawabnya anak muda seperti saya. 
Yang pertama, terancam PUNAHNYA ANAK-ANAK NARSIS seperti saya. yang biasanya apa-apa foto, dikit-dikit selfie, bentar-bentar pajang foto, HILANG *hening*. Padahal kalau di izinkan nih, se-enggaknya bisa bawa kameraa aja. Kan banyak banget tuh momen-momen yang bisa di museumkan. Tidur di kelas, ngantri makan, dihukum, cabut, wuah.. Kasian kan, momen-momen yang kaya' gitu terbuang percuma, momen yang ga bakalan ada di sekolah non-asrama, apalagi untuk anak muda yang gila kamera seperti saya.

Yang kedua, baca Quran dan maknanya.. Yang ketiga zikir malam perpanjanglah.. 
eh bukan bukan -__-
Yang kedua, GELAR 'KUDET' MENINGKAT. Di asrama: no-TV, no-HP, no-LAPTOP, apalagi PC. Mau dapat info darimana coba? Paling-paling baca koran :v . Based on true story nih, aku tiap pulang liburan, pas ngumpul-ngumpul sama kawan lama bawaan nya kaya' anak idiot milenium cerdas luar biasa. Orang ngomong cuma bisa dengar, sok ketawa padahal sama sekali ga ngerti si kawan cerita apa.
Ini ceritaku. Mana ceritamu ?


Yang ketiga, KASIAN YANG PUNYA BAKAT IT. iya kan? Yang dirumah kerjaan nya ngotak-ngatik gadget, di pesantren bisa apa? Mau minjam komputer di pesantren aja ngantrinya berjam-jam tapi pas dapat giliran malah disuruh balik ke asrama sama bel. Nyebelin kan? Iya, nyebelin banget!
Ga mesti IT. Misalnya aja dia itu hobi nulis, nah kan harusnya dia sering update info yang banyak nya di internet. Kalau nggak, KUNO banget tulisan nya. Belum lagi yang nulis di kejar-kejar deadline. Pas mau ngirim lewat pos, perizinan keluar gerbang pesantren susahnya banting tulang. Mau ngirim lewat email-- *SambungSendiriLah*

Ada yang punya tambahan ?